Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS

Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS - Hallo sahabat m3et tv DN, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS
link : Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS

Baca juga


Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS

Pondok pesantren merupakan tempat untuk memperdalam ilmu agama Islam. Tak jarang, banyak pemuda pemudi yang beragama Islam ingin masuk ke pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama.

Tak hanya di Indonesia, Amerika Serikat juga memiliki sebuah pondok pesantren. Pondok pesantren yang berada di Modus, Amerika Serikat ini diberi nama Pondok Pesantren Nur Inka Nusantara Madani.

Pendiri Pondok Pesantren Nur Inka Nusantara Madani adalah Imam Shamsi Ali, salah satu pemuka agama Islam asal Indonesia.

Penasaran dengan sosok Imam Shamsi Ali? Berikut ulasan lengkapnya.

Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS
Melalui unggahan channel Youtube TRANS7 OFFICIAL, terdapat kisah inspiratif dari seorang pemuka agama Islam. Ia adalah Imam Shamsi Ali.

Imam Shamsi Ali merupakan pendiri pondok pesantren pertama di Amerika Serikat.

"Orang mengatakan kenapa kamu selalu kembali ke Indonesia, bukan masalah jumlah yang saya inginkan dari Indonesia. Yang saya inginkan adalah ingin membangun sense of responsibility. Rasa tanggung jawab bahwa Indonesia itu memiliki tanggung jawab untuk berada di garda terdepan, untuk menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Islam yang ramah bersahabat, itu karakter keislaman kita. Dunia itu rindu Islam yang ramah," kata Imam Shamsi Ali.

"Karena ibaratnya, Islam makin ditakuti karena yang selalu ditampilkan Islam yang tidak menghormati perempuan, tidak sejalan dengan demokrasi, tidak ada HAM," lanjutnya.

Ingin Tampilkan Kontribusi Indonesia di AS
Imam Shamsi Ali mengungkapkan jika dirinya ingin menampilkan kontribusi Indonesia di Amerika Serikat, yaitu dengan adanya pondok pesantren di sana.

"Saya kira di Indonesia kita ada semua itu. Islam yang bisa kawin dengan demokrasi itu di Indonesia. Maka ini yang perlu kita tampilkan, maka saya selesaikan pondok pesantren ini karena betul-betul ingin menampilkan Indonesia is a great nation. Negara besar, negara hebat dan negara yang can do something," kata Imam Shamsi Ali.

"Jadi 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang, i justification untuk mengatakan this is Indonesia contribution, ini kontribusi Indonesia untuk dunia, itu tujuan saya," imbuhnya.

Gedung Pondok Pesantren Bernuansa Indonesia
Imam Shamsi Ali menjelaskan bahwa gedung-gedung pondok pesantren yang dibangun di sana bernuansa Indonesia. Ada yang berbentuk rumah Minang, rumah Sulawesi hingga rumah Jawa.

"Gedung-gedung yang dibangun ini akan bernuansa Indonesia. Jadi nanti di sana akan ada gedung di luar nya saja, ada rumah Minang, ada rumah Sulawesi, ada rumah Jawa, dan sebagainya," ungkapnya.

Ingin Tampilkan Budaya Indonesia
Imam Shamsi Ali juga ingin menampilkan budaya Indonesia di sana. Ia berpendapat bahwa agama jika datang ke suatu tempat tidak akan menghapus budaya asal tak bertentangan dengan kaidah dasar agama.

"Karena agama itu tidak bisa dipisahkan dari agama juga. Agama itu ketika datang ke sebuah tempat tidak menghapus budaya. Selama budaya itu tidak bertentangan dengan kaidah dasar agama," kata Imam Shamsi Ali.

"Kita di sini ternyata sudah banyak budaya yang sejalan dengan Islam. Oleh karenanya kita ingin tampilkan (budaya) di sana bahwa Indonesia punya budaya yang khas tapi juga Islam," lanjutnya.

Ternyata, dulu nama Imam Shamsi Ali adalah Daeng Uteng. Saat belajar di pondok pesantren, seorang Kyai memberinya nama Shamsi Ali.

"Jadi waktu masuk pesantren, Kyai pesantren tanya nama kamu siapa? Utteng. Ditanya sama ayah saya. Ayah saya juga enggak tau namanya," ungkap Imam Shamsi.

"Pak Kyai bilang udah pulang ganti nama dulu baru kembali ke sini. Lalu ayah saya tanya, lalu apa Pak Kyai namanya, dikasihlah Muhammad Shamsi, nama ayah saya Ali, jadi Muhammad Shamsi Ali," lanjutnya.

Lulusan S1 dan S2 Universitas Islam International Islamabad di Pakistan
Imam Shamsi Ali merupakan lulusan S1 dan S2 Universitas Islam International Islamabad di Pakistan. Ia juga sempat mengajar selama dua tahun di Arab Saudi.

"Dapat beasiswa ke luar negeri, saya waktu itu saya belajar ke Pakistan karena yang menentukan mereka. Belajar di Pakistan Alhamdulillah selesai S1 S2, saya mendapat kesempatan mengajar di Saudi dua tahun," ungkapnya.

Tinggal di Amerika Serikat
Sejak 1996, Imam Shamsi Ali menetap di Queens, Jamaika, Amerika Serikat bersama istri dan enam orang anaknya.

"Semua (keluarga) sekarang di sana (Amerika Serikat). Anak saya enam," kata Imam Shamsi Ali.


Demikianlah Artikel Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS

Sekianlah artikel Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS dengan alamat link https://www.meettv.me/2020/06/mengenal-imam-shamsi-ali-orang.html

0 Response to "Mengenal Imam Shamsi Ali, Orang Indonesia Jadi Pendiri Pondok Pesantren Pertama di AS"

Posting Komentar